Dokumentasi Media

2 Kali Kalah Pilgub Sulsel, Orang Luwu Harus Evaluasi Diri, Rajab: Jangan Sampai Kalah Lagi


5 April 2017, 17:57
Dilihat   219

KORAN SeruYA–Ada pernyataan menarik dilontarkan legislator Partai Nasdem DPRD Sulsel, Muhammad Rajab. Menurut dia, Bija Luwu atau Wija To Luwu dalam catatan pesta demokrasi lima tahunan di Sulsel, sudah dua kali mengalami kekalahan. Mestinya, kekalahan dua kali itu perlu dievaluasi penyebabnya, sehingga perhelatan Pilgub Sulsel 2018 menjadi momentum penting bagi masyarakat di Luwu Raya.
“Pengalaman 2 kali kalah di Pilgub harus menjadi bahan evaluasi bagi kita, Bija Luwu. Jangan sampai ketiga kalinya akan loosing (kalah) lagi,” ujar Rajab kepada KORAN SeruYA, Rabu 4 April 2017.
Politik, kata Muhammad Rajab, ada hitungannya. “Kalau tidak cermat berhitung, maka bisa ketimpah tangga lagi. Jadi, perlu evaluasi bagi kita sesama orang Luwu tanpa mengedepankan ego, bahwa saya ji Bija Luwu yang bisa. Elit politik Luwu Raya harus menyadari ini,” ujar mantan Ketua KPU Luwu Utara ini.

Yang menarik, Muhammad Rajab menyatakan, bahwa sesama Bija Luwu bisa memberi kesempatan. “Supaya loosing again tidak terjadi lagi,” katanya, mengingatkan.

Dikatakan Muhammad Rajab, Bija Luwu harus harus mampu memanfaatkan peluang Pilgub Sulsel 2018, karena kepentingan politik itu hanya bisa diwujudkan lewat perjuangan-perjuangan politik. “Harus ada evaluasi yang cermat setelah dua kali Pilgub selalu kalah,” katanya.

Untuk diketahui, saat ini ada 3 figur yang menguat dan mewacana akan maju Pilgub Sulsel 2018. Mereka adalah, Anggota DPD RI Azis Qahhar Mudzakkar, Bupati Luwu Andi Mudzakkar, dan Anggota DPR RI HM Luthfi A Mutty.

Dari 3 figur tersebut, Anggota DPD RI Azis Qahhar Mudzakkar sudah dua kali maju Pilgub, hasilnya kalah. Maju pertama kali berpasangan dengan Mubil Handaling, Azis menelan kekalahan sebagai calon gubernur. Selanjutnya, maju mendampingi Ilham Arief Sirajuddin, Azis yang maju sebagai calon wakil gubernur juga kalah.

Jika menyimak pertanyaan Rajab tersebut, sepertinya dialamatkan kepada Azis. Benarkah?

Rajab enggan berkomentar ke arah itu. Dia hanya menegaskan, bahwa pesta demokrasi lima tahunan di Sulsel ini menjadi momentum paling penting bagi Bija Luwu, sehingga perlu evaluasi diri bagi para elit politik asal Luwu Raya. “Jangan sampai, loosing again,” kata Rajab.

Dikatakan, masyarakat Luwu Raya punya perjuangan yang sampain saat ini belum terwujud, meski setiap perhelatan politik di Sulsel selalu jadi ‘janji politik’ bagi para calon gubernur, yakni perjuangan Provinsi Luwu Raya.
“Saya memiliki pandangan yang sama dengan Datu Luwu, Yang Mulia Andi Maradang Machulau, dan dua kepala daerah di Luwu Raya, bahwa siapapun Cagub Sulsel yang maju, jika mau didukung orang Luwu harus punya komitmen politik jelas untuk pembangunan di Luwu Raya. Beberapa agenda pembangunan strategis Luwu Raya yang masih tertinggal seperti pemekaran Luwu, dan pembentukan Provinsi Luwu Raya. Pembangunan infrastruktur dan menanggulangi masalah pengangguran,” kata Rajab.

Namun kata dia, perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya itu akan semakin indah dan jelas, bila ada putera Luwu yang duduk di tampuk pemerintahan di Sulsel. “Ini perlu disadari elemen masyarakat Luwu,” katanya. (cbd)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Selamat datang di situs resmi M Rajab. Situs yang berisi informasi seputar aktifitas dan tulisan M Rajab.

Copyright © 2017 Muhammad Rajab Official Site

To Top