Opini

NASDEM, DI ANTARA DUO SRIKANDI GARNITA


13 October 2017, 10:26
Dilihat   229

Akhirnya, rekomendasi Partai Nasdem untuk Pilwali Makassar 2018 jatuh ke tangan Andi Rachmatika Dewi (Cicu). Setelah melalui episode drama yang membuat penonton mengernyitkan dahi. Sangat kompleks dan mengharukan.

Sebelumnya, santer beredar informasi jika di Pilwali Makassar bukan hanya Cicu yang maju sebagai calon, ada juga figur Indira Mulayasari Paramastuti (Indira). Indira dikabarkan akan “dipinang” kandidat petahana Dhani Pomanto (DP) sebagai pendampingnya dalam Pilwali 2018.

Cicu dan Indira adalah dua kader Nasdem yang memiliki posisi strategis di Nasdem. Keduanya adalah kader yang memiliki kompetensi yang baik. Walaupun, dalam struktur Indira masih di bawah satu strep dari Cicu.

Jika Cicu adalah Ketua DPD Nasdem Kota Makassar, maka Indira adalah Bendaharanya. Jika Cicu adalah Ketua Garnita Malahayati DPW Nasdem Sulsel, maka Indira adalah Ketua Garnita Nasdem Kota Makassar. Jika Cicu adalah Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulsel, maka Indira adalah Wakil ketua DPRD Kota Makassar. Keduanya memiliki penjenjangan yang hampir sama.

Keduanya adalah sahabat, dan keduanya adalah keluarga. Cicu dan Indira dalam setiap momen kegiatan Nasdem selalu jalan bersama. Boleh dikatakan, dimana ada Cicu, maka disitu ada Indira.

Lalu, dimana perbedaan cerita keduanya terkait Pilwali Makassar?

Jauh hari sebelumnya, di internal Nasdem, bahkan masyarakat secara umum hanya nama Cicu yang akan maju di Pilwali Makassar 2018. Asosiasi Cicu, Nasdem dan pilwali begitu sangat dekat. Karena dekatnya, dianggap tidak ada lagi nama kader lainnya yang muncul untuk Pilwali. Bisa dikatakan dalam konteks pilwali 2018, Cicu untuk Nasdem, dan Nasdem untuk Cicu.

Drama Nasdem di Pilwali memunculkan episode baru yang meriuhkan, setelah DP mengatakan Indira salah seorang di antara beberapa orang yang masuk dalam radarnya sebagai 02.

Episode baru itu bukan hanya soal Indira yang muncul setelah Cicu, tapi juga soal DP yang dianggap diskriminatif terhadap Nasdem selama ini, sehingga tidak ada tempat bagi DP di Nasdem.

Konflik Nasdem-DP bermula ketika Nasdem menggelar acara pelantikan Garnita dan Garda Pemuda Nasdem Sulsel. Lazimnya hajatan pelantikan, banyak baliho yang dipasang di sudut Kota. DP dan jajarannya menurunkan baliho Nasdem tanpa alasan yang jelas.

Konflik kedua, ketika DP mengayuh becak menuju ke tempat kegiatan salah satu partai. Di depan becak itu tertulis : Limosin Rakyat. Ini adalah sindiran DP bagi Nasdem, karena Surya Paloh ketika tiba di bandara Sulhas Makassar untuk menghadiri acara pelantikan Garnita dan Garda, dijemput dengan menggunakan mobil Limosin.

Nama Indira yang secara tiba-tiba muncul, membuat internal Nasdem mengalami pergeseran wacana. Indira yang tidak pernah sama sekali dikabarkan akan maju di Pilwali, secara tiba-tiba namanya meroket bak meteor. Betapa tidak, yang menggadangnya sebagai 02 adalah kandidat petahana yang memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan Nasdem.

Lantas, apa sikap Nasdem atas Indira?

Nasdem memandang memilih dan dipilih itu adalah hak politik seseorang.

Kita harus melihat Indira dari dua sisi, Indira sebagai pribadi dan Indira sebagai kader Nasdem. Sebagai pribadi Indira memiliki hak politik untuk bebas menentukan pilihannya. Sebagai kader nasdem, Indira diikat oleh aturan internal partai. Ketika Indira hendak menggunakan hak politiknya, maka disini, Indira harus menjalankannya sesuai dengan aturan partai. Jika bertentangan, maka partai akan melakukan tindakan.

Saat ini, Indira menjadi pendamping DP masih sebatas diskursus warung kopi, belum menjadi keputusan yang final. Walau, di saat yang sama, banyak kalangan menilai bahwa paket DP-Indira hampir pasti jadi. Walaupun demikian, belum bisa dijadikan sebagai pegangan bagi partai Nasdem untuk mengambil sikap.

Biarkanlah dulu ini berjalan, sampai kemudian ada keputusan yang final. Dan, Indira juga telah memikirkan resiko atas keputusannya.

Yang pasti rekomendasi Nasdem jatuh ke tangan Cicu, artinya Nasdem punya tanggungjawab untuk mengamankan kebijakan itu. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Selamat datang di situs resmi M Rajab. Situs yang berisi informasi seputar aktifitas dan tulisan M Rajab.

Copyright © 2017 Muhammad Rajab Official Site

To Top